Koordinator KANNI Sentil Media Online: Hak Jawab Itu Wajib, Bukan Diminta-Minta!

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akun Makrus Laliamu, Koordinator KANNI Mitra, tegaskan kesiapan menghadapi mafia lahan dan membela hak kepemilikan Jemy Mamentu di Blok Pasolo Limpoga, Minahasa Tenggara./Dok.kanniadvokasi.id

Akun Makrus Laliamu, Koordinator KANNI Mitra, tegaskan kesiapan menghadapi mafia lahan dan membela hak kepemilikan Jemy Mamentu di Blok Pasolo Limpoga, Minahasa Tenggara./Dok.kanniadvokasi.id

Makrun Markus Laliamu: “UU Pers tak mewajibkan saya lampirkan dokumen-dokumen itu!”

KANNIADVOKASI.ID – Koordinator Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Makrun Markus Laliamu, buka suara terkait permintaan redaksi salah satu media online yang meminta dirinya melampirkan sejumlah dokumen tambahan sebelum memuat hak jawabnya.

Menurut Makrun, permintaan tersebut berlebihan dan tidak sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 1 angka 11 dan Pasal 5 ayat (2) dan (3) yang menegaskan bahwa hak jawab adalah hak setiap orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan yang merugikan nama baiknya, dan wajib dimuat oleh media secara proporsional.

“Hak jawab adalah hak konstitusional warga. Undang-Undang Pers tidak mensyaratkan saya harus melampirkan surat pernyataan tidak kenal si A atau surat mandat resmi yang dilegalisir. Itu bukan syarat wajib. Cukup lisan atau tertulis,” tegas Makrun, Rabu (11/6/2025).

Sebelumnya, redaksi media meminta Makrun melampirkan dokumen seperti surat pernyataan tidak terafiliasi dengan Sie You Ho, surat kuasa dari Jemy Mamentu, surat penugasan dari Ketua Umum KANNI, hingga landasan hukum pengalihan pengelolaan lahan HPT antar individu, sebagai prasyarat pemuatan hak jawabnya.

Makrun menilai langkah itu justru berpotensi menghambat hak masyarakat untuk menyampaikan klarifikasi atas informasi yang telah diberitakan oleh media tersebut.

“Kalau semua hak jawab harus seperti itu, bagaimana dengan rakyat kecil yang tak bisa cetak dokumen atau akses legal formal? Ini bukan sidang pengadilan. Pers harus adil. Hak jawab cukup ditulis, dikonfirmasi, lalu dimuat,” ucapnya.

Makrun juga mengingatkan bahwa Pasal 18 ayat (2) UU Pers menyebutkan bahwa perusahaan pers yang tidak memuat hak jawab dapat dikenai sanksi pidana denda hingga Rp 500 juta.

Ia berharap media tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip keberimbangan informasi, bukan malah menambah beban administratif yang tak diatur dalam regulasi.

“Silakan diverifikasi isi hak jawab saya. Tapi jangan buat aturan sendiri yang tidak ada dasar hukumnya. UU Pers harus jadi pegangan utama,” pungkasnya. (C1)

Berita Terkait

KI Jabar Kabulkan Gugatan Pemohon, Pemdes Banyuasih Terancam Eksekusi dan Pidana Jika Abaikan Putusan
Diadukan ke PWI Sulut, Media yang Tuding Warga Kotamobagu Terima Dana Rp180 Juta Kini Disorot Dewan Pers
KANNI Sulut Kawal Kasus Ancaman Pembunuhan di Boltim, Minta Polisi Bertindak Tegas
PT BDL Bantah Dugaan Pelanggaran Tambang di Bolmong, Ronald Sebut Tiga Persoalan Sudah Tuntas
Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes
Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi
Perkuat Peran dan Fungsi Paralegal Desa, FK Posbakum DKI Gelar Workshop Hukum di Sukabumi
28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes
4.3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:24 WIB

KI Jabar Kabulkan Gugatan Pemohon, Pemdes Banyuasih Terancam Eksekusi dan Pidana Jika Abaikan Putusan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:43 WIB

KANNI Sulut Kawal Kasus Ancaman Pembunuhan di Boltim, Minta Polisi Bertindak Tegas

Senin, 12 Januari 2026 - 10:20 WIB

Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:16 WIB

Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi

Rabu, 26 November 2025 - 19:10 WIB

28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes

Kamis, 13 November 2025 - 12:32 WIB

MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:19 WIB

Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:19 WIB

Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu

Berita Terbaru