Heboh! Haidy Arsyad, S.H. Soroti Maraknya Sarjana Hukum ‘Abal-Abal’ yang Cemari Dunia Hukum

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Bogor – Fenomena munculnya sarjana hukum abal-abal kembali jadi sorotan publik.

Ketua Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Bogor, Haidy Arsyad, S.H., yang juga dikenal sebagai penggiat pengawasan informasi publik pada Badan Publik Pemerintah, menilai kondisi ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia hukum di Indonesia.

“Banyak kampus hanya mengejar bisnis, bukan kualitas. Mereka meluluskan sarjana hukum tanpa memastikan kemampuan dan integritasnya. Akibatnya, lahir sarjana hukum abal-abal yang justru mencoreng profesi hukum,” tegas Haidy di Bogor, Jumat (18/10/2025).

Haidy membedakan dua tipe lulusan hukum: sarjana hukum “original” yang menguasai teori dan praktik dengan etika, dan sarjana hukum “abal-abal” yang hanya mengejar gelar tanpa kompetensi.

“Sarjana hukum sejati bisa membaca regulasi, berpikir sistematis, dan berkomunikasi profesional. Yang abal-abal bahkan kesulitan menjelaskan konsep dasar hukum,” ujarnya.

Menurut Haidy, fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan hukum.

Ia menegaskan, banyaknya lulusan yang tidak kompeten membuat masyarakat semakin skeptis terhadap profesi advokat, notaris, hingga konsultan hukum.

“Segelintir oknum tanpa integritas merusak kepercayaan publik. Padahal hukum itu pilar keadilan yang wajib dijaga,” ungkapnya.

Haidy mendesak pemerintah dan lembaga pendidikan hukum untuk memperketat pengawasan kampus hukum.

Ia meminta pemerintah tidak mudah memberikan izin pendirian fakultas hukum tanpa penjaminan mutu yang jelas.

“Pemerintah harus tegas menyeleksi izin kampus hukum. Organisasi profesi pun wajib menolak lulusan yang tidak kompeten. Etika harus ditanamkan sejak kuliah,” katanya.

Sebagai penggiat pengawasan informasi publik pada Badan Publik Pemerintah, Haidy juga menekankan pentingnya transparansi.

Ia menyebut keterbukaan informasi dapat menjadi alat kontrol publik untuk menilai kualitas kampus hukum dan lulusannya.

“Transparansi itu kunci. Masyarakat berhak tahu mana lembaga pendidikan yang benar-benar mencetak sarjana hukum berkualitas,” jelasnya.

Haidy mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan gelar atau tarif murah saat mencari jasa hukum. Ia menilai, kompetensi dan rekam jejak harus menjadi tolok ukur utama.

“Pilih advokat yang jelas kompetensinya. Jangan hanya percaya pada titel di kartu nama,” pesannya.

Menutup pernyataannya, Haidy menyerukan kolaborasi semua pihak untuk menjaga marwah profesi hukum di Indonesia.

“Kualitas pendidikan, keterbukaan informasi, dan pengawasan publik harus berjalan seimbang. Kalau ini ditegakkan, fenomena sarjana hukum abal-abal bisa ditekan,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Perkuat Peran dan Fungsi Paralegal Desa, FK Posbakum DKI Gelar Workshop Hukum di Sukabumi
Kejati Jabar Gencar Cegah Korupsi Dana Desa, Padalarang Jadi Lokasi Edukasi Hukum
KANNI Jabar Siapkan Workshop UU KIP dan KANNI Informatif Award di Cianjur
30 Blok WPR di Sulut: Gubernur YSK Pecahkan Rekor Nasional, Penambang Tradisional Sumringah
KANNI Gelar Workshop UU KIP dan Anugerahkan Penghargaan Desa Transparan 2025
433 Sengketa Informasi di Jabar! Komisi Informasi Gaspol Tuntaskan Sengketa Terbanyak se-Indonesia
Ngadu Langsung ke KDM, Warga Tamansari Teriak Ditindas PT PMC: Tanah Saya Diambil, Saya Dipukul
PT PMC Babat Lahan Saat Warga Demo, Rumah Penggarap Rata dengan Tanah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:24 WIB

KI Jabar Kabulkan Gugatan Pemohon, Pemdes Banyuasih Terancam Eksekusi dan Pidana Jika Abaikan Putusan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:43 WIB

KANNI Sulut Kawal Kasus Ancaman Pembunuhan di Boltim, Minta Polisi Bertindak Tegas

Senin, 12 Januari 2026 - 10:20 WIB

Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:16 WIB

Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi

Rabu, 26 November 2025 - 19:10 WIB

28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes

Kamis, 13 November 2025 - 12:32 WIB

MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:19 WIB

Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:19 WIB

Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu

Berita Terbaru