Rp51 M Proyek Jembatan Otista Mubazir! Jalan Masih Macet Gegara Pintu KRB

- Redaksi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Macet akibat antrean wisatawan di pintu masuk KRB makin parah./Dok.Ist

Macet akibat antrean wisatawan di pintu masuk KRB makin parah./Dok.Ist

Revitalisasi Jembatan Tak Atasi Kemacetan

KANNIADVOKASI.ID – Kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kota Bogor, masih saja terjadi meski proyek revitalisasi Jembatan Otista telah menelan anggaran hingga Rp51 miliar.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (7/6/2025), arus lalu lintas di jantung Kota Bogor tampak semakin padat. Kemacetan kerap terjadi setiap hari, terutama saat jam sibuk dan akhir pekan.

Biang Macet: Antrean Masuk Kebun Raya Bogor

Sumber kemacetan ternyata bukan jembatan, melainkan antrean kendaraan yang hendak masuk ke Kebun Raya Bogor (KRB). Kawasan konservasi yang dikelola BRIN itu kini berubah fungsi menjadi destinasi wisata dan lokasi berbagai event musik, yang justru memicu lonjakan kendaraan.

Kondisi diperparah oleh penumpukan angkot di depan pintu masuk KRB dan simpang menuju Jalan Suryakencana. Kemacetan pun tak terelakkan.

Revitalisasi Dipaksakan, Warga Tersiksa

Sebelumnya, Pemkot Bogor dan Pemprov Jawa Barat bersikeras merevitalisasi Jembatan Otista sebagai solusi kemacetan. Meski menuai protes dan menyusahkan warga selama 8 bulan, proyek senilai Rp51 miliar itu tetap dijalankan.

Selama proyek berlangsung, warga harus menelan pil pahit berupa rekayasa lalu lintas yang rumit dan berdampak langsung pada aktivitas harian serta omzet pelaku usaha di sekitar kawasan.

“Waktu jembatan ditutup, kita sabar karena dijanjikan solusi macet. Tapi sekarang malah tambah parah,” kata Irwan (42), pengemudi ojek online yang saban hari melintasi Jalan Otista.

Senada disampaikan Wati (36), pedagang di kawasan Suryakencana. “Dulu waktu proyek berjalan, omzet saya turun. Sekarang jembatan sudah jadi, tapi macet nggak hilang, rugi dua kali kami,” keluhnya.

BRIN Diminta Evaluasi Fungsi KRB

Warga juga menyoroti peran BRIN selaku pengelola KRB. Menurut mereka, fungsi konservasi Kebun Raya kini tergerus oleh kegiatan komersial.

“Dulu KRB itu tempat edukasi dan tenang. Sekarang malah banyak event musik dan spot wisata yang bikin ramai kendaraan,” ujar Dedy, pemerhati lingkungan Kota Bogor.

Aktivis transportasi dan tata kota, Anwar Nurdin, meminta BRIN dan Pemkot duduk bersama mencari solusi konkret.

“Kalau memang pintu masuk KRB jadi sumber kemacetan, perlu ada penataan ulang. Jangan sampai pembangunan infrastruktur hanya jadi proyek tanpa hasil,” tegasnya.

Saatnya Warga Bersuara

Pengguna jalan dan warga Kota Bogor mengaku kecewa. Proyek yang dijanjikan sebagai solusi justru gagal menjawab masalah utama.

Sudah saatnya suara masyarakat didengar. Kemacetan yang terus terjadi menjadi cerminan buruknya perencanaan dan pelaksanaan kebijakan publik. Stakeholder terkait harus bertanggung jawab!. (Red)

Berita Terkait

Peran Paralegal Desa Makin Krusial, FK Posbakum DKI Turun Langsung Tingkatkan Kapasitas di Cianjur
Perkuat Peran dan Fungsi Paralegal Desa, FK Posbakum DKI Gelar Workshop Hukum di Sukabumi
Heboh! Haidy Arsyad, S.H. Soroti Maraknya Sarjana Hukum ‘Abal-Abal’ yang Cemari Dunia Hukum
Kejati Jabar Gencar Cegah Korupsi Dana Desa, Padalarang Jadi Lokasi Edukasi Hukum
KANNI Jabar Siapkan Workshop UU KIP dan KANNI Informatif Award di Cianjur
30 Blok WPR di Sulut: Gubernur YSK Pecahkan Rekor Nasional, Penambang Tradisional Sumringah
Bupati Bogor Akhirnya Angkat Bicara Soal Pengrusakan Lahan di Tamansari
KANNI Gelar Workshop UU KIP dan Anugerahkan Penghargaan Desa Transparan 2025

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:50 WIB

PT BDL Bantah Dugaan Pelanggaran Tambang di Bolmong, Ronald Sebut Tiga Persoalan Sudah Tuntas

Senin, 12 Januari 2026 - 10:20 WIB

Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:16 WIB

Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi

Kamis, 13 November 2025 - 12:32 WIB

MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:19 WIB

Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:19 WIB

Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 15:36 WIB

Viral! Akun “Acid Suruan Pantow” Dituding Sebar Fitnah Tambang Ratatotok, Kuasa Hukum: Dia Tak Punya Legal Standing dan Gunakan Dokumen Palsu

Kamis, 9 Oktober 2025 - 14:13 WIB

Berita Komentar.id Dinilai Sesat dan Salah Alamat, Dua Nama Ini Jadi Korban Fitnah

Berita Terbaru