Polsek Ratatotok Razia Knalpot Brong dan Sajam, Warga Apresiasi

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polsek Ratatotok bersama Polres Minahasa Tenggara dan Pemerintah Desa Ratatotok Timur saat menggelar razia gabungan knalpot brong dan sajam ilegal, Kamis (3/7/2025).

Polsek Ratatotok bersama Polres Minahasa Tenggara dan Pemerintah Desa Ratatotok Timur saat menggelar razia gabungan knalpot brong dan sajam ilegal, Kamis (3/7/2025).

MITRA – Polsek Ratatotok bersama personel Polres Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar razia gabungan menindak pengguna knalpot brong dan pemilik senjata tajam (sajam) ilegal, Kamis (3/7/2025).

Razia berlangsung di wilayah Desa Ratatotok Timur, disaksikan langsung pemerintah desa setempat.

Langkah ini menjawab keluhan warga yang resah dengan suara bising knalpot tak standar serta kekhawatiran meningkatnya potensi tindak kriminal di kawasan tersebut.

Ciptakan Rasa Aman di Wilayah Pertambangan

Kapolsek Ratatotok IPDA Said menegaskan, razia ini bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan nyaman, terutama di Ratatotok yang berkembang sebagai kawasan usaha dan pertambangan.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kami mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga ketertiban. Jika menemukan penggunaan knalpot brong atau kepemilikan sajam ilegal, segera laporkan,” tegas IPDA Said.

Dukungan Pemerintah Desa

Kumtua Ratatotok Timur, Tras Wibowo, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung iklim kerja yang sehat di wilayahnya.

“Kami mengimbau semua pihak, termasuk para pendatang yang bekerja di sini, agar bersama-sama menjaga ketertiban. Ini demi kenyamanan kita bersama,” kata Tras.

Disambut Positif Warga

Warga menyambut positif razia tersebut. Selama ini mereka merasa terganggu suara knalpot bising pada malam hari serta khawatir dengan meningkatnya kepemilikan sajam, khususnya di kalangan remaja.

IPDA Said memastikan, pihaknya akan rutin menggelar patroli dan razia demi menjaga situasi tetap aman dan terkendali di Ratatotok. (*)

Berita Terkait

KANNI Sulut Kawal Kasus Ancaman Pembunuhan di Boltim, Minta Polisi Bertindak Tegas
PT BDL Bantah Dugaan Pelanggaran Tambang di Bolmong, Ronald Sebut Tiga Persoalan Sudah Tuntas
Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes
Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi
28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes
MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan
Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut
Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:37 WIB

Terungkap! STIHP Pelopor Bangsa Beberkan Fakta Mengejutkan Soal Ijazah Palsu Pablo Benua Cs

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:31 WIB

Presiden Instruksikan Aparat Tindak Tambang Ilegal, Sulut Jadi Percontohan Nasional WPR

Minggu, 24 Agustus 2025 - 16:43 WIB

Ngaku Dibegal, Warga Cibungbulang Ternyata Gadaikan Motornya karena Takut Dimarahi Istri

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:12 WIB

30 Blok WPR di Sulut: Gubernur YSK Pecahkan Rekor Nasional, Penambang Tradisional Sumringah

Kamis, 7 Agustus 2025 - 20:30 WIB

Bupati Bogor Akhirnya Angkat Bicara Soal Pengrusakan Lahan di Tamansari

Senin, 21 Juli 2025 - 15:55 WIB

Dramatis! Kapolda Sulut Pimpin Langsung Evakuasi 280 Penumpang KM Barcelona VA yang Terbakar

Jumat, 18 Juli 2025 - 18:19 WIB

Honor Advokat Bisa Ditagihkan ke Lawan di Sidang Perdata? Ini Jawaban Mahkamah Agung!

Jumat, 18 Juli 2025 - 14:58 WIB

Gubernur Sulut & Menteri ATR/BPN Teken MoU Lintas Agama, 8.000 Tanah Ibadah Diungkap, Baru 2.400 Bersertifikat!

Berita Terbaru