Geger! 20 Kades dan Camat di Sumsel Terciduk OTT Dana Desa, Rp60 Juta Disita Jaksa

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan kepala desa dan pejabat Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, digiring petugas Kejati Sumsel usai terjaring OTT dugaan korupsi dana desa, Rabu (24/7/2025).

Puluhan kepala desa dan pejabat Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, digiring petugas Kejati Sumsel usai terjaring OTT dugaan korupsi dana desa, Rabu (24/7/2025).

KANNIADVOKASI.ID – Tim Pidana Khusus Kejati Sumsel membongkar praktik korupsi berjamaah di Kecamatan Pagar Gunung, Lahat.

Puluhan kepala desa, camat, dan staf kecamatan terjaring OTT, diduga kuat menyetor uang haram ke oknum aparat.

Praktik busuk penyelewengan dana desa kembali terbongkar. Tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) dramatis di Kecamatan Pagar Gunung, Kabupaten Lahat.

Dalam penggerebekan itu, jaksa mengamankan 20 kepala desa, satu camat, dan dua staf kecamatan.

Jaksa juga menyita uang tunai lebih dari Rp60 juta yang diduga berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Asisten Pidsus Kejati Sumsel, Dr. Andriansyah, menyebut OTT bermula dari informasi valid soal aliran dana desa yang mengalir ke oknum aparat penegak hukum.

“Kami tangkap satu ASN kantor camat, satu ketua forum APDESI, dan 20 kepala desa. Uang yang diserahkan bersumber dari dana desa. Ini jelas-jelas uang negara,” tegasnya dalam konferensi pers di Palembang.

Modusnya klasik namun mematikan. Para kepala desa menyisihkan sebagian dana untuk menyetor kepada pihak-pihak yang mengklaim sebagai ‘pengaman proyek’ dan perpanjangan tangan aparat hukum.

Andriansyah mengecam praktik ini. Ia juga memberi peringatan keras kepada seluruh kepala desa di Sumsel agar tidak ikut-ikutan.

“Kelola dana desa sesuai hasil Musrenbangdes. Kalau ada tekanan dari pihak yang mengatasnamakan aparat, segera lapor ke Kejari. Manfaatkan program Jaga Desa untuk pendampingan hukum resmi,” tegasnya.

Kejati masih mendalami kasus ini dan menelusuri kemungkinan praktik serupa terjadi sebelumnya.

Penelusuran aliran dana juga dilakukan untuk mengungkap aktor intelektual di balik skema setoran haram ini.

Kasus ini memantik keprihatinan soal minimnya pendampingan dan kuatnya tekanan yang dialami kepala desa saat mengelola anggaran negara.

Kejati meminta agar perangkat desa berani mengambil jalur resmi dan terbuka, bukan jalan belakang yang justru membuka celah korupsi. (*)

Berita Terkait

PT BDL Bantah Dugaan Pelanggaran Tambang di Bolmong, Ronald Sebut Tiga Persoalan Sudah Tuntas
Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes
Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi
28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes
MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan
Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut
Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu
Viral! Akun “Acid Suruan Pantow” Dituding Sebar Fitnah Tambang Ratatotok, Kuasa Hukum: Dia Tak Punya Legal Standing dan Gunakan Dokumen Palsu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 13:11 WIB

Heboh! Haidy Arsyad, S.H. Soroti Maraknya Sarjana Hukum ‘Abal-Abal’ yang Cemari Dunia Hukum

Rabu, 8 Oktober 2025 - 17:28 WIB

Kejati Jabar Gencar Cegah Korupsi Dana Desa, Padalarang Jadi Lokasi Edukasi Hukum

Kamis, 18 September 2025 - 10:04 WIB

KANNI Jabar Siapkan Workshop UU KIP dan KANNI Informatif Award di Cianjur

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:12 WIB

30 Blok WPR di Sulut: Gubernur YSK Pecahkan Rekor Nasional, Penambang Tradisional Sumringah

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:35 WIB

KANNI Gelar Workshop UU KIP dan Anugerahkan Penghargaan Desa Transparan 2025

Rabu, 16 Juli 2025 - 21:55 WIB

433 Sengketa Informasi di Jabar! Komisi Informasi Gaspol Tuntaskan Sengketa Terbanyak se-Indonesia

Minggu, 13 Juli 2025 - 13:23 WIB

Ngadu Langsung ke KDM, Warga Tamansari Teriak Ditindas PT PMC: Tanah Saya Diambil, Saya Dipukul

Jumat, 11 Juli 2025 - 23:02 WIB

PT PMC Babat Lahan Saat Warga Demo, Rumah Penggarap Rata dengan Tanah

Berita Terbaru