Ramai Tapi Bermasalah! Mie Gacoan Kotamobagu Diduga Tahan Gaji Karyawan

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak depan restoran Mie Gacoan Kotamobagu yang kini disorot akibat dugaan penahanan gaji karyawan.

Tampak depan restoran Mie Gacoan Kotamobagu yang kini disorot akibat dugaan penahanan gaji karyawan.

Mantan pegawai mengaku gajinya belum dibayar sebulan, manajemen berdalih tak ikuti prosedur resign

Kotamobagu — Belum genap setahun beroperasi di Kota Kotamobagu, restoran Mie Gacoan sudah menuai masalah serius. Padahal, tempat makan populer ini selalu ramai dikunjungi warga.

Persoalan muncul setelah seorang mantan karyawan, Putri Indriyani, mengaku gajinya selama sebulan belum dibayar oleh pihak manajemen.

Ia menilai tindakan itu tidak adil dan mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap pekerja.

“Saya sudah ajukan resign tanggal 20 dan diterima tanggal 30. Manajer bilang gaji masuk bulan depan, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Baru tadi ditelpon, katanya cair bulan depan lagi,” ujar Putri kepada wartawan, Jumat (4/10).

Sementara itu, Manajer Store Mie Gacoan Kotamobagu, Nikmah, membantah tudingan tersebut.

Ia berdalih, gaji tidak dibayarkan karena Putri dianggap tidak mengikuti prosedur pengunduran diri sesuai aturan perusahaan.

“Yang bersangkutan tidak menjalani prosedur resign yang benar, dan konsekuensinya memang seperti itu,” kata Nikmah.

Pernyataan ini langsung menuai sorotan publik. Pemerhati Publik Parindo Potabuga mengecam sikap manajemen dan meminta pemerintah Kota Kotamobagu turun tangan.

“Kalau benar gaji tidak dibayarkan, ini tindakan semena-mena. Pemerintah harus memanggil pihak Mie Gacoan dan meminta pertanggungjawaban,” tegas Potabuga.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Kotamobagu.

Banyak pihak mendesak agar Dinas Ketenagakerjaan segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran hak pekerja tersebut. (C1)

Berita Terkait

Diadukan ke PWI Sulut, Media yang Tuding Warga Kotamobagu Terima Dana Rp180 Juta Kini Disorot Dewan Pers
Pemerhati Publik Sindir LSM di Sulut: Jangan Sok Pahlawan, Malah Bikin Gaduh Soal Tambang Ratatotok
MPRI Tantang LSM GTI Debat Terbuka Soal Tambang Sulut: Jangan Cuma Koar di Media
Anggota Prabowo Subianto Center Sulut Desak Pemerintah: Penambang Ratatotok Harus Diselamatkan
Ribuan Penambang Ratatotok Harap Uluran Tangan Presiden Prabowo: Berikan Kami Kesempatan untuk Hidup
Penambang Ratatotok Ngamuk, Hidup-Mati Kami di Tambang, Nyawa Jadi Taruhan
MPRI Tantang Pihak yang Ganggu Tambang Ratatotok: Kami Siap Hadapi, Online Maupun Offline
Romel Wullur Pasang Badan: KIBAR Nusantara Bela MPRI dan Penambang Ratatotok
4.1 7 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:24 WIB

KI Jabar Kabulkan Gugatan Pemohon, Pemdes Banyuasih Terancam Eksekusi dan Pidana Jika Abaikan Putusan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:43 WIB

KANNI Sulut Kawal Kasus Ancaman Pembunuhan di Boltim, Minta Polisi Bertindak Tegas

Senin, 12 Januari 2026 - 10:20 WIB

Patuh Hukum, Empat Desa Rancabungur Jalankan Putusan KI Jabar soal APBDes

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:16 WIB

Dorong Desa Transparan, KANNI Sosialisasikan UU Keterbukaan Informasi ke Puluhan Kades di Sukabumi

Rabu, 26 November 2025 - 19:10 WIB

28 Sengketa Informasi Diputus KI Jabar: Sorotan Panas Pengelolaan Dana Publik dari BOS Sekolah hingga APBDes

Kamis, 13 November 2025 - 12:32 WIB

MPRI Bongkar Isu Tambang Ratatotok: Hoaks, Keluarga Pantow Disebut Sebar Fitnah untuk Kuasai Lahan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:19 WIB

Kuasa Hukum Berry Bertrandus Laporkan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sulut

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:19 WIB

Alumni dan Mahasiswa STIHP Pelopor Bangsa Dukung Polres Depok Tangani Kasus Ijazah Palsu

Berita Terbaru